Halaman

Selasa, 06 November 2012

Teori Moneter Klasik

TJH 468*60



          Tiang utama dari teori moneter klasik adalah J.B. say, Irving Fisher dan A. Marshall. J.B say terkenal karena hukum yang dikemukakannya, bahwa penawaran akan selalu menciptakan permintaan (supply creates its own demand). Artinya, bahwa suatu perekonomian tidak akan mengalami underemployment atau apa yang oleh Malthus dinamakan underconsumption. Pengeluaran total masyarakat akan selalu dapat mencukupi untuk menunjang produksi pada keadaan kesempatan kerja penuh (full employment).
                Namun demikian,output yang dapat dihasilkan tergentung daripada tingkat teknologi dan makin tinggi jumlah dan kualitas tenaga kerja tingkat output potensial yang dapat dihasilkan juga makin besar. Artinya, tingkat full employment ouput dapat menjadi lebih besar. Keadaan yang selalu full pada employment ini dapat tercapai melalui bekerjanya mekanisme pasar, yang oleh Adam Smith disebut “invisible hand’’.

Sabtu, 03 November 2012

fungsi produksi

TJH 468*60
                      Fungsi produksi jangka pendek


                fungsi produksi dikatakan jangka pendek apabila tidak salah satu inputnya adalah input tetap. Oleh karena itu untuk menggambarkan hubungan  input dan outputnya dapat digunakan suatu kurva 2 dimensi yang menunjukkan hubungan tingakt output pada sumbu vertikalnya dan input pada sumbu horizontalnya. Penggunaan gambar dua dimensi ini tidak berarti hanya satu input yang dipakai


Kamis, 01 November 2012

ALAT/INSTRUMEN KEBIJAKAN MONETER

TJH 468*60
                     Kebijaksanaan moneter adalah tindakan yang dilakukan oleh penguasa moneter (biasanya bank sentral) untuk mempengaruhi jumlah uang yang beredar dan kredit yang pada gilirannya akan mempengaruhi kegiatan ekonomi masyarakat. Tujuan kebijaksanaan moneter terutama untuk stabilitas ekonomi yang dapat diukur dengan kesempatan kerja, kesetabilan harga

Bank Sentral

TJH 468*60



FUNGSI DAN
TUGAS BANK SENTRAL

Terlebih dahulu akan dijelaskan fungsi dan kegiatan bank sentral secara umum, kemudian barulah akan dibahas fungsi dan kegiatan bank indonesia sebagai bank sentral.
                Bank sentral pada dasarnya mempunyai tugas untuk memelihara supaya sistem moneter itu bekerja secara efesien sehingga dapat menjamin tercapainya tingkat pertumbuhan kredit/uang beredar sesuai dengan yang diperlukan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi tanpa mengakibatkan inflasi. Guna mencapai sasaran ini bank sentral bertanggung jawab atas dua hal :