Halaman

Rabu, 31 Oktober 2012

EKONOMI MONETER

TJH 468*60



Ruang Lingkup

                Ekonomi moneter merupakan bagian dari ilmu ekonomi  yang mempelajari tentang sifat fungsi serta pengaruh uang terhadap kegiatan ekonomi. Secara umum, kegiatan ekonomi dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang mempengaruhi tingkat pengangguran produksi; harga dan hubungan perdagangan/pembayaran internasional. Oleh karena itu ekonomi moneter mencakup/ mempelajari beberapa hal di antaranya :
a.       Peranan dan fungsi uang dalam perekonomian
b.      Sistem moneter serta pengaruhnya terhadap jumlah uang dan kredit,
c.       Struktur dan fungsi dari bank sentral
d.      Pengaruh jumlah uang dan kredit terhadap kegiatan ekonomi
e.      Pembayaran serta sistem moneter internasional.
Sebenarnya masih banyak lagi hal-hal yang juga dipelajari selain 5 judul di atas tetapi pada dasarnya dapat dimasukkan kedalam salah satu dari judul di atas.
        Pertanyaan yang sering muncul adalah : Mengapa kita perlu mempelajari Ekonomi Moneter? Ada dua alasa/pertimbangan , yakni :
1.       Dengan mempelajari ekonomi moneter dapatlah diketahui secara mendalam bagaimana mekanisme penciptaan uang, tingkat bunga, pasar bunga, pasar uang, sitem dan kebijaksaan moneter, serta pembayaran internasional.
2.       Disamping itu, dapat mengetahui serta menganalisa beberapa fenomena moneter dalam kaitannya dengan efek kebijaksanaan moneter terhadap kegiatan ekonomi.

Dengan demikian dapat menambah pengetahuan kita tentang beberapa lembaga serta konsep yang berkaitan dengan uang, bank dan kegiatan ekonomi yang dijumpai/dihadapi sehari-hari. Efek daripada kebijaksanaan moneter terhadap pekerjaan serta pendapatan kita perlu dipahami dengan seksama agar supaya arah kebijaksaan tersebut dapat sejalan dengan keinginan kita. Untuk pemahaman ini diperlukan penetahuan tentang ekonomi moneter, khususnya kebijaksanaan moneter, yakni pengaturan tentang uang dan perbankan untuk mencapai pembangunan ekonomi.

Funsi Produksi

TJH 468*60


Macam-Macam Fungsi Produksi dalam Ekonomi Mikro
                Apabila kita mengamati fungsi produksi yang digunakan oleh seorang pengusaha maka kita dapat membedakan antara fungsi produksi jangka pendek dan fungsi jangka panjang. Pembagian fungsi produksi ini tidak di dasarkan pada lama waktu yang dipakai dalam suatu proses produksi. Akan tetapi dilihat dari macam input yang dipergunakan. Berdasarkan jangka waktu yang memungkinkan apakah suatu input dapat dirubah jumlah nya atau tidak, maka ada 2 macam input. Yaitu input tetap (fixed input) dan input variabel (variable input).

  •          Input tetap adalah input yang jumlahnya dalam jangka pendek tidak dapat diubah.
  •           Input variabel adalah input yang dapat diubah jumlahnya.

                Dalam jangka panjang semua input adalah variabel, adalah karena produsen dimungkinkan untuk mengubah semua input yang dipakai. Oleh karena itu dalam jangka panjang hanya ada input variabel. Dalam jangka pendek produsen tidak dimungkinkan untuk mengubah semua input yang diperlukan. Seperti bangunan pabrik tidak mungkin ditambah dalam tempo secepat menambah tenaga kerja. Oleh karena itu dalam jangka pendek ada 2 macam input yang dipergunakan, yaitu input tetap dan input variabel. Suatu fungsi produksi dikatakan berjangka pendek apabila paling tidak salah satu inputnya adalah input tetap. Sedangkan apabila semua input dapat dirubah maka dikatakan berwawasan jangka panjang.
  • Fungsi produksi jangka pendek apabila ada 2 macam input yang dipakai, yaitu input tetap dan variabel.
  • Fungsi produksi jangka panjang apabila semua input adalah variabel.

produsen dan produksi

TJH 468*60


Produsen dan Produksi
1.             Produsen
Produsen adalah orang yang melakukan produksi, oleh karena itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh seorang produsen. Pertama-tama produsen harus memutuskan berapa jumlah output yang akan diproduksi. Akibatnya dia juga harus memutuskan berapa input yang akan dipakai dan bagaimana kombinasi input yang dipergunakan dalam produksi.
Tujuan seorang pengusaha memproduksi output ada bermacam-macam. Mungkin ada seseorang yang memproduksi sesuatu dengan tujuan untuk memberi pekerjaan pada tetangga-tetangga nya.  Adapun prilaku produsan yang lain adalah untuk memaksimumkan keuntungan.
2.              produksi
Produksi adalah suatu proses mengubah input menjadi output sehingga nilai barang tersebut bertambah. Input dapat terdiri dari : barang dan jasa yang digunakan dalam proses produksi, dan output adalah barang atau jasa yang dihasilkan dari suatu proses produksi. Jadi produksi tidak harus berarti suatu proses mengubah barang yang berujud menjadi barang lain, seperti halnya dalam suatu pabrik. Jadi jasa pengangkutan atau pengiriman dan penyimpanan barang juga merupakan suatu contoh dari proses produksi karena keduanya menambah nilai. Orang yang melakukan proses ini disebut produsen. Pada umumnya seorang produsen akan berusaha untuk mendapatkan keuntungan maksimum, meskipun tidak semua produsen akan berusaha untuk mendapatkan keuntukan yang maksimum. misalkan ada seorang yang mendirikan sebuah perusahan hanya untuk prestise, jadi dia kurang memperhatikan masalah efesiensi. Atau seorang jutawan yang ingin beramal dengan jalan mendirikan perusahaan untuk memberikan lapangan pekerjaan bagi tetangganya.
Produksi adalah suatu proses mengubah input menjadi output sehingga nilai barang tersebut bertambah.
Produsen adalah orang yang melaksanakan suatu proses produksi

a.              Teknologi
Hal yang pertama yang perlu diperhatikan apabila kita ingin mempelajari prilaku produsen adalah mengetahui apa saja keterbatasan-keterbatasan yang ada pada seorang produsen. Seperti halnya jenis dan jumlah input yang tersedia di pasar, teknik produksi yang fisibel, peraturan pemerintah dan lain-lainnya.
a.1          Input dan output
Input pada suatu proses produksi dapat terdiri dari tanah, tenaga kerja, modal dan material. Jadi input adalah barang atau jasa yang digunakan sebagai masukan pada suatu proses produksi.
Output adalah barang atau jasa yang dihasilkan dari suatu proses produksi. Output dari suatu pabrik pada umumnya barang naun output dari suatu cold storage berujud jasa
a.2          Fungsi produksi
Pada umumnya ekonom menggunakan fungsi produksi untuk menggambarkan hubungan antara input dan output. Fungsi produksi menunjukkan berapa banyak jumlah maksimum output yang dapat diproduksi apabila sejumlah input yang tertentu dipergunakan pada proses produksi. Jadi fungsi produksi adalah suatu fungsi yang menunjukkan hubungan antara tingkat output dan tingkat penggunaan input-input. Fungsi ini merupakan landasan teknis dari suatu proses produksi, landasan teknis karena hanya menunjukkan hubungan fisik antara input dan output, yang dapat dituliskan sebagai berikut:
Ymax = f(input)
            ini menunjukkan bahwa besar kecilnya output tergantung pada besar kecilnya input.
Misalkan untuk memproduksi suatu output tersebut hanya diperlukan 2 macam input yaitu tenaga kerja (L) dan modal (K),maka penulisan fungsi produksi dapat dalam bentuk :
Y max = f (L,K)
Bentuk umum fungsi produksi apabila menggunakan n input adalah sebagai berikut :
Y max = f (input )
Y max = f (x1 , x2 , x3,.....,xn)
Dimana x1 adalah jumlah input yang di gunakan oleh setiap jenis input.
Fungsi produksi adalah suatu fungsi yang menunjukkan hubungan antara tingkat output dan tingkat penggunaan input.
Penggunaan kata maksimum pada tingkat output yang dihasilkan disini hanya ingin memberikan penekanan bahwa produsen hanya akan berproduksi pada kombinasi input yang efesien. Hal ini dapat dijelaskan dengan menggunakan himpunan prroduksi (production set ).
Seperti sudah dijelaskan didepan bahwa produsen dalam berproduksi menghadapi beberapa kendala, diantaranya yaitu kendala teknologi. Karena hanya tersedia sejumlah teknologi yang dapat dipergunakan oleh produsen.
Cara termudah untuk mengetahui teknologi apa saja yang tersedia dan yang memungkinkan dipakai oleh seorang produsen adalah dengan membuat daftar teknologi yang fisibel untuk digunakan. Himpunan dari kombinasi input yang dapat menghasilkan suatu tingkat output dan fisibel untuk dilaksanakan disebut himpunan produksi ( production set).
Misalkan kita hanya memiliki 1 input yaitu x, yang menghasilkan suatu output misalkan y. Maka himpunan produksi yang fisibel bagi produsen tersebut ditunjukkan oleh fungsi produksi y=f(x) sebagai garis batas dan area dibawahnya yang ditunjukkan oleh gambar II.1. ini berarti daerah bawah dan tepat pada fungsi produksi y=f(x) tersebut adalah fisibel bagi produsen untuk berproduksi. Sebagai contoh kalau kita mengambil suatu titik A (X1.Y1).  Ini menunjukkkan bahwa kalau kita menggunakan input x sebesar x1 maka output uang dihasilkan adalah y1. Namun masalah yang dihadapi oleh produsen disini adalah bahwa pada umumnya untuk mendapatkan input itu diperlukan biaya. Oleh karena itu produsen tentunya akan memilih suatu teknologi yang dengan input tertentu akan dihasilkan oleh suatu output yang maksimum. Atau untuk memproduksi sejumlah output dapat digunakan input seminimal mungkin. Output akan maksimum apabila produsen memilih teknologi pada garis batasnya, yang dikenal sebagai fungsi produksi. Jadi fungsi produksi ini menunjukkan berapa output maksimum yang fisibel untuk diperoleh dengan menggunaka input sejumlah tertentu, atau untuk memperoleh sejumlah output tertentu diperlukan input yang seminimal mungkin pada berbagai teknologi yang fisibel untuk digunakan.

gambar II.1.
 
            Dari gambar dapat dilihat bahwa dengan menggunakan input sebesar 0x1. Output maksimum  yang dapat dihasilkan adalah 0yE yaitu tepat pada fungsi produksi Y=f(x). Sedangkan titik A adalah fisibel untuk dilaksanakan namun belum efesien. Oleh karena itu produsen yang rasional tidak akan memilih berproduksi di titik A.

Minggu, 28 Oktober 2012

Bulan Arab

TJH 468*60


Nama- Nama Bulan Arab

1.   Muharram
2.   Syafar
3.   Rabiul awal
4.   Rabiul akhir
5.   Jumadil awal
6.   Jumadil akhir
7.   Rajab
8.   Sya’ban
9.   Ramadhan
10.      Syawal
11.      Zulkaedah
12.      zulhijjah

Penjelasan tentang Shalat Qashar dan Jama'

TJH 468*60
Shalat Qhasar
            dan Jama'

Shalat Qhasar adalah shalat yang diringkaskan, yaitu shalat yang empat rakaat dijadikan dua rakaat, yaitu Zuhur, Ashar, dan Isya, sedang Magrib dan Subuh tidak boleh di Qhasar.
Shalat jama’ maksudnya melaksanakan dua shalat wajib dalam satu waktu. Seperti melakukan shalat Dzuhur dan shalat Ashar di waktu Dzuhur dan itu dinamakan Jama’ Taqdim, atau melakukannya di waktu Ashar dan dinamakan Jama’ Takhir. Dan melaksanakan shalat Magrib dan shalat Isya’ bersamaan di waktu Magrib atau melaksanakannya di waktu Isya’.
Jadi shalat yang boleh dijama’ adalah semua shalat Fardhu kecuali shalat Shubuh. Shalat shubuh harus dilakukan pada waktunya, tidak boleh dijama’ dengan shalat Isya’ atau shalat Dhuhur.
Shalat Jama’ lebih umum dari shalat Qashar, karena mengqashar shalat hanya boleh dilakukan oleh orang yang sedang bepergian (musafir). Sedangkan menjama’ shalat bukan saja hanya untuk orang musafir, tetapi boleh juga dilakukan orang yang sedang sakit, atau karena hujan lebat atau banjir yang menyulitkan seorang muslim untuk bolak- balik ke masjid. dalam keadaan demikian kita dibolehkan menjama’ shalat. Ini berdasarkan hadits Ibnu Abbas yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, bahwasanya Rasulullah r menjama’ shalat Dhuhur dengan Ashar dan shalat Maghrib dengan Isya’ di Madinah. Imam Muslim menambahkan, “Bukan karena takut, hujan dan musafir”.
                Seorang musafir baru boleh memulai melaksanakan shalat jama’ dan Qashar apabila ia telah keluar dari kampung atau kota tempat tinggalnya. Ibnu Munzir mengatakan, “Saya tidak mengetahui Nabi menjama’ dan mengqashar shalatnya dalam musafir kecuali setelah keluar dari Madinah”. Dan Anas menambahkan, Saya shalat Dhuhur bersama Rasulullah di Madinah empat rakaat dan di Dzulhulaifah (sekarang Bir Ali berada di luar Madinah) dua rakaat,(HR.Bukhari Muslim).

Seorang yang menjama’ shalatnya karena musafir tidak mesti harus mengqashar shalatnya begitu juga sebaliknya. Karena boleh saja ia mengqashar shalatnya dengan tidak menjama’nya. Seperti melakukan shalat Dzuhur 2 rakaat diwaktunya dan shalat Ashar 2 rakaat di waktu Ashar. Dan seperti ini lebih afdhal bagi mereka yang musafir namun bukan dalam perjalanan. Seperti seorang yang berasal dari Surabaya bepergian ke Sulawesi, selama ia di sana ia boleh mengqashar shalatnya dengan tidak menjama’nya sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi ketika berada di Mina. Walaupun demikian boleh-boleh saja dia menjama’ dan mengqashar shalatnya ketika ia musafir seperti yang dilakukan oleh Nabi ketika berada di Tabuk. Tetapi ketika dalam perjalanan lebih afdhal menjama’ dan mengqashar shalat, karena yang demikian lebih ringan dan seperti yang dilakukan oleh Rasulullah.